Assalamuallaikum., Wr.,Wb.,
Di dalam karya sastra tentunya terdapat gaya bahasa yang sangat menarik yang dituangkan dalam goresan penanya si penulis. berikut adalah contoh-contoh gaya bahasa yang sering kita temui dalam karya sastra.
Gaya Bahasa (Majas) perbandingan
Majas perbandingan adalah majas yang menyatakan perbandingan. Perbandingan tersebut diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda terganting dengan bahasa yang digunakan.
Majas perbandingan dapat dikembangkan lagi menjadi majas-majas berikut ini:
1. Majas Personifikasi
Majas personifikasi yang seolah-olah menjadikan benda mati seolah-olah makhluk hidup. Contohnya:
- Ia
membiarkan pulpen itu menari-nari di atas kertas untuk menghasilkan
tulisan mengagumkan.
Penjelasan: Pulpen di personifikasikan seperti manusia yang mampu menari, padahal tidak - Daun
yang tertiup angin berjoget layaknya tidak memiliki masalah.
Penjelasan: Daun di personifikasikan seperti manusia yang mampu berjoget, padahal tidak
2. Majas Tropen
Majas tropen merupakan majas yang menggunakan kata-kata uang tepat atau sejajar untuk mengambarkan kondisi atau pengertian tertentu. Contohnya:
- Andini
telah terbang menggunakan pesawat Sriwijaya, maka jangan kau hanyut dalam
kesedihan berkepanjangan.
Penjelasan: Perbandingan yang diutarakan dalam kalimat tersebut adalah jangan sedih yang berkepanjangan karena Andini telah pergi juga.
3. Majas metafora
Majas metafora merupakan majas yang menggunaan suatu benda atau objeck untuk menggambarkan sifat yang ingin diutarakan. Contohnya:
- Meskipun
Nina adalah anak emas, dia tidak pernah manja pada orang
tuanya.
Penjelasan: Anak emas berarti anak kesayangan, bukan anak yang terbuat dari emas. - Warga
yang ketahuan mencuri akan menjadi buah bibir orang-orang
di sekitarnya.
Penjelasan: Buah bibr berarti bahan pembicaraan, bukan buah yang berbentuk bibir.
4. Majas Asosiasi
Majas asosiasi merupakan majas yang digunakan untuk membandingkan dua objek berbeda yang dianggap sama, biasanya ditandai dengan penggunaan kata bagaikan, seperti ataupun bak. Contohnya:
- Wajah
kedua orang itu sangat mirip bak pinang dibelah dua.
Penjelasan: Wajah kedua orang tersebut karena kembar diibaratkan oleh buah pinang yang dibelah dua. - Teman-teman
Rina bosan jika ia berpendirian bagai air di daun talas.
Penjelasan: Berpendirian yang berubah-ubah diibaratkan seperti air di daun talas.
5. Majas Hiperbola
Majas hiperbola merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara melebih-lebihkan hal tersebut, terkadang perbandingan yang duat terasa tidak masuk akal. Contohnya:
- Ayah
bekerja siang malam membanting tulang tanpa memperhatikan kesehatannya sendiri.
Penjelasan: bekerja membanting tulang maksudnya bekerja dengan keras - Suaranya
ketika menyanyi membuat hancur seisi dunia.
Penjelasan: suaranya sangat buruk seakan menghancurkan seisi dunia
6. Majas Eufemisme
Majas eufemisme merupakan majas yang menggunakan kata sopan atau sepadan yang lebih halus untuk mengganti kata yang kurang etis. Contohnya:
- Penderita
difabel tetap bisa mengikuti kegiatan perkuliahan dibantu oleh dosen
khusus.
Penjelasan : kata difabel digunakan untuk mengganti kata cacat. - Penyandang
tuna rungu bisa mengakses layanan perpustakaan kampus.
Penjelasan: Tuna rungu digunakan untuk mengantikan kata tuli.
Gaya bahasa (majas) Pertentangan
Majas pertentangan merupakan majas yang menggunakan kata kiasan bertentangan dengan fakta sesungguhnya.
Majas pertentangan dapat dikembangkan lagi menjadi majas-majas berikut ini:
1. Majas paradoks
Majas paradoks merupakan majas yang membandingkan situasi sebenarnya dengan kebalikannya. Contoh:
- Lila
merasa kesepian di tengah keramaian.
Penjelasan: keadaan sepi bertentangan dengan keramaian - Badannya
itu kecil, tapi dia sangat kuat
Penjelasan: tubuh yang kecil berbanding terbalik dengan kekuatan
2. Majas Litotes
Majas litotes digunakan untuk merendahkan diri, meskipun keadaan sebenarnya lebih bagus dari apa yang diungkapkan. COntoh
- Kapan-kapan
jika pergi ke Bogor, saya harap Anda mau mampir ke gubuk kami.
Penjelasan: Gubuk yang dimaksud adalah rumah yang megah - Selamat
menikmati hidangan ala kadarnya ini!
Penjelasan: Makanan ala kadarnya di sini adalah makanan yang lengkap lauk, pauk dan sayur.
3. Majas antitesis
Majas antitesis merupakan majas yang menggabungkan kata yang saling bertentangan. Contohnya:
- Baik
buruk perbuatannya akan mendapatkan balasan suatu saat nanti.
Penjelasan: Baik dan buruk kata yang bertentangan dan disandingkan menjadi satu - Jangan
pernah menilai seseorang hanya melihat benar salah perbuatannya.
Penjelasan: benar dan salah kata yang bertentangan dan disandingkan menjadi satu
Gaya bahasa (majas) sindirian
Majas sindiran merupakan majas yang menggunakan kata kiasan untuk mengungkapkan sindiran kepada sesuatu atau seseorang.
Majas sindiran dapat dikembangkan lagi menjadi majas-majas berikut ini:
1. Majas Ironi
Majas ironi merupakan majas yang menggunakan ungkapan bertentangan dengan fakta, biasanya majas ini seakan-akan memberi pujian tetapi sebenarnya merupakan suatu sindiran. Contohnya:
- Rajin
sekali, jam dua belas baru bangun.
Penjelasan: Jelas-jelas jam 12 sudah siang, tetapi diungkapkan dengan kata rajin - Sudah
berapa hari tidak mandi? Kok badanmu sangat harum.
Penjelasan: Tidak mandi tetapi badannya sangat harum, padahal jika tidak mandi berbau busuk
2. Majas Sinisme
Majas sinisme adalah majas yang menyampaikan sindiran secara langsung pada objek yang dimaksud. Contohnya:
- Gulingmu
sangat bau, seperti tidak pernah dicuci.
Penjelasan: Secara langsung menjelaskan keadaan sebenarnya - Badannya
gemuk sekali seperti orang yang kelebihan gizi.
Penjelasan: Secara langsung menjelaskan keadaan sebenarnya
3. Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah majas sindirian yang menggunakan ungkapan atau kata kasar. Penggunaan majas ini bisa saja melukai perasaan orang yang sedang mendengarnya. Contohnya:
- Pergi
dari sini! Kamu hanyalah sampah masyarakat yang harus
dimusnahkan dari muka bumi ini.
Penjelasan: Penggunaan sampah mesyarakat merupakan kata sarkas untuk menggambarkan orang yang sangat bodoh. - Kau
ini benar-benar otak udang!
Penjelasan: Penggunaan otak udang merupakan kata sarkas untuk menggambarkan orang yang sangat bodoh.
Gaya bahasa (majas) penegasan
Majas pertentangan merupakan majas yang menggunakan kata kiasan untuk meningkatkan pengaruh kepada pembacanya supaya menyetujui sebuah ujaran, atau kejadian.
Majas penegasan dapat dikembangkan lagi menjadi majas-majas berikut ini:
1. Gaya bahasa atau majas Pleonasme
Majas pleonasme merupakan majas yang menggunakan kata bermakna sama untuk menegaskan sesuatu. contohnya:
- Majulah ke depan agar orang-orang bisa menyaksikan penampilanmu.
- Turunkan tangan ke bawah setelah menjawab soal yang diberikan guru.
2. Majas Repetisi
Majas repetisi adalah majas yang menggunakan kata berulang pada kalimat. contohnya:
- Dia adalah penyebabnya, dia si perusak barang, dia yang membuat kotak ini rusak.
- Saya ingin menjadi lebih baik, saya ingin membanggakan orang tua, saya ingin membuat mereka bahagia.
3. Majas klimaks
Majas Klimaks adalah majas yang digunakan untuk mengurutkan gagasan dari yang terendah sampai tertinggi. Contohnya:
- Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa hingga orang tua sekarang diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk.
- Uang ratusan rupiah pun saya tidak punya, apalagi ribuan, jutaan, milyaran, triliunan.
4. Majas antiklimaks
Berkebalikan dengan majas klimaks. Majas antiklimaks adalah majas mengurutkan gagasan dari tinggi ke rendah. Contohnya:
- Kini kekeringan melanda rata di seluruh perkotaan, pedesaan hingga pegunungan.
- Jangankan satu juta rupiah, seratus ribu rupiah, sepuluh ribu rupiah bahkan seratus rupiah pun saya tidak punya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar