aku mencoba membangkitkan amarahku hingga aku tak mampu melaluinya lebih sabar
yang ku miliki hanya diam dan tak mampu berkata sepatah katapun
apakah semua terlihat begitu munafik ketika aku bersembunyi dalam ketakutanku untuk kehilangan sesuatu ataukah itu suatu keterpaksaan yang harus aku jalani karna aku butuh hal itu.....
mengapa harus merasakan sakit jika tanpa menyakiti?
mengapa harus merasakan memiliki tanpa harus meninggalkan?
terkadang banyak hal yang ingin kuteriakkan tanpa harus berpura-pura.
terkadang akupun ingin menangis seperti mereka yang mampu meluapkan rasa sakitnya.
dimana harus aku curahkan keinginanku untuk berbagi?
kepada siapa air mata ini kutunjukkan kecuali pada Tuhanku?
aku akan bersandar jika topang itu terasa kuat bagiku....namun, topang itu lebih lemah dariku.
hingga aku tau keterbatasan ini membuatku hanya terpaku pada sedihku.
dan sepi ini akan selalu menemaniku,,,disaat aku tersenyum,,,,dibalik tawaku,,,,,dan kebohonganku pada dunia ketika aku berkata aku adalah wanita kuat yang tak terkalahkan oleh cinta......ataupun aku harus memanggil jutaan manusia lainnya utuk meyakinkanku bahwa aku tak butuh orang lain....
aku salah....sepi tak terbatas pada sendiriku....
Tuhanku kirimkan malaikat-malaikat penjaganya dalam sepi itu.
mengingatkanku bahwa tak ada seorang manusiapun yang memiliki masalah tanpa mengadu....
Tuhan......Dengarlah hatiku.....!!!!
Maha tau Engkau Ya Allah......
apa yang kurasakan saat ini.......
dunia boleh menghujatku...
dunia boleh menghinaku...
dunia tanpa henti memporak-porandakan imanku...
dunia fitnah aku....
dunia benci aku.....
aku....aku...aku.......dan sepi.........
apa yang salah??????
karna aku adalah aku?????
atau karna aku lemah?????
atau dunia bosan menerimaku dalam ramainya kemunafikan?????
kau tak sempurna dunia?????
jangan merasa hebat......
tak ada satu manusiapun yang tak luput dari hina.....
jangan mencoba untuk membenci aku jika dirimu adalah orang yang selalu membenci.....
jangan menghakimiku dari kesalahan yang tak mungkin kulakukan karena kaulah yang takut mengakuinya....
jangan berpijak pada rasa lemahku jika keadaannya kaulah yang tak mampu berdiri pada topangmu sendiri....
kau memang munafik.......jahat......dan kejam.......
menindasku dalam keterpurukan......
menginjakku dengan terjangan yang tanpa henti hingga ku sesak dan tak mampu bernafas.....
hentikan..........................................kau tak cukup tau, dunia.......
aku lebih darimu.....
aku mampu taklukanmu kapanpun ku mau.......
tapi aku tak semunafik kamu.....
bagiku.......
cukup diam.....bersama sepi aku sadar......
bahwa makna sepi ini adalah kekuatanku untuk berontak dari semaraknya masalah yang perlahan akan kau ciptakan sendiri, Dunia..................!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar